Berawal dari orbrolan santai di ruang marketing di sebuah bank milik pemerintah tempat aku bekerja. Kami karyawan baru jadi perlu banyak belajar dari para senior. Seorang senior kami di bagian marketing yang sudah cukup lihai dalam menjual produk mengatakan begini. Untuk menjadi marketing hebat, ada satu trik rahasia yang harus dijalankan.
“Sebelum menjual produk, kita harus menjual diri terlebih dahulu!”
Kami yang baru saja bergabung terkejut. Menjual diri? Kawan saya di samping mengira menjual diri adalah ‘melayani’ nasabah dalam hal negatif. Raut wajahnya langsung berubah. Sedangkan saya tertahak. Saya berpikir kalau saya cewek mungkin saja menjual diri, tapi kalau cowok bagaimana mungkin, siapa yang nak beli. Hehehe..
“Kalian jangan salah persepsi. Menjual diri, bukan berarti menjual harga diri. Tapi jual performance kita”.
Kami manggut. Dia menjelaskan, menjadi marketing sebelum menjumpai calon nasabah harus dipastikan kalau diri kita dalam keadaan siap dalam segala hal. Pertama sekali penguasaan produk yang akan ditawarkan. Kemudian siap secara penampilan. Bagaimana pun saat pertama sekali menjumpai calon nasabah penampilan akan menjadi kesan pertama. Jadi pakailah pakaian yang pantas.
Inilah yang dimaksud dengan menjual diri. Karena, penampilan kita akan mencerminkan siapa kita. Seperti kata Jamesdalam buku berpikir dan berjiwa besar. Penampilan anda mencerminkan siapa anda. Secara logika tidak mungkin seorang petani memakai jas dan dasi pergi berkebun, dan seorang pekrja kantoran memakai kain sarung baju koko kemudian ke bank dan menjadi satpam.
Intinya hargailah diri anda dengan berpenampilan yang pantas.

0 komentar:
Poskan Komentar